Film Laga Indonesia: kesatria laki-laki Gatotkaca dan kesatria perempuan Sri Asih
![]() |
| Gambar 1.1 poster film Sri Asih gambar ini diambil dari Lembaga Sensor film Republik Indonesia |
Film bergenre laga dengan konsep superhero versi modern, kini sudah mulai banyak diproduksi di industri perfilman Indonesia. Kesatria laki-laki Gatotkaca dan kesatria perempuan Sri Asih. Dua film yang mewakilkan sosok pahlawan superhero di dunia modern Indonesia.
Sri asih adalah film superhero perempuan Indonesia yang tayang pada tahun 2022. Disutradarai oleh Upi Aviano. Film ini dipersiapkan sejak 2019 Joko Anwar sebagai penulis sekaligus produser. Film ini dibintangi oleh Pevita Pearce, Christine Hakim, Jefri Nichol, Reza Rahardian, dan banyak aktor ternama lainnya.
Film ini diadaptasi dari buku komik klasik Indonesia. Tetapi dalam alurnya sangat rapih, terlihat pada perkembangan karakter utama yaitu Sri Asih tersampaikan dengan jelas. Sehingga mudah dipahami bagi orang yang tidak pernah membaca komiknya. Dari awal hingga akhir film tersebut banyak memperlihatkan aksi bertarung.
Film Sri Asih dimulai dengan cerita dan setting tempat di gunung merapi. Seorang anak yang bernama (Alana/Sri Asih) didalam dirinya selalu merasakan kemarahan yang membuat dirinya tidak mengerti akan amarahnya tetapi ia berusaha untuk melawannya. Dia lahir di saat letusan gunung berapi yang memisahkan dia dengan orang tuanya. Sehingga menjadi yatim piatu, dan diadopsi oleh wanita kaya. Namun, Alana (Sri Asih) menemukan kebenaran ketika ia dewasa bahwa dia bukan manusia.
Pevita pearce merupakan tokoh utama film Sri Asih. Ia menjadi aktris yang menjadi perhatian utama dalam film ini. Aksinya sangat memukau, Karena teknik dari pukulan saat bertarung terlihat energik. Aktris ini mengaku baru pertama memainkan film aksi tetapi, dalam memainkan karakter nya sangat totalitas seakan sudah memiliki segudang pengalaman. Pevita pearce dalam memainkan karakter Sri Asih perlu diapresiasi karena persiapan sebelum bermain film ia melakukan persiapan fisik dan kerja keras untuk mendapatkan karakter Sri Asih sang Superhero. Efek CGI pada film ini yang kualitasnya sangat luar biasa. Kerennya, efek ini digarap oleh orang Indonesia sendiri. Kualitas filmnya membuat penggarapan visual di Indonesia tidak diragukan lagi kemajuannya. Visual effect dari film ini yang membuat penonton terkagum. Setting tempatnya sangat variatif. Selain itu kostum dari karakter terdapat batik jawa dan kostum hero. Hal ini memperlihatkan kebudayaan Indonesia yang tradisional. Selain itu senjata pada film ini yaitu selendang yang membuat ciri khas berbeda dari film superhero lainnya.
Pada film ini banyak kejutan yang tak terduga dari beberapa alur ceritanya sehingga penonton akan disuguhkan dengan plot twist yang menghebohkan. Dengan adanya film Sri Asih ini, masyarakat Indonesia sangat bangga dengan film superhero yang mengangkat cerita klasik dan budaya Indonesia.
![]() |
| Gambar 1.2 poster film Gatotkaca gambar ini diambil dari Lembaga Sensor film Republik Indonesia |
Satria Dewa: Gatotkaca
merupakan sebuah film laga Indonesia yang tayang pada tahun 2022 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Pemeran utama dalam film ini yaitu Rizky Nazar. Aktor dengan paras yang tampan dan sering muncul di berbagai film layar lebar. Latar belakang film ini berasal dari pewayangan mahabrata yang menceritakan titisan Gatotkaca.
Kisah dimulai pada 2006, ketika Arimbi (Sigi Wimala) Ibu dari Yuda (Jordan Omar) ditinggal seorang diri di Bukit Tetuka oleh suaminya, Pandega (Cecep Arif Rahman). Cerita diawali dari sebuah rumah yang mendapat serangan mendadak. Bersama Yuda (Rizky Nazar) yang masih kecil dan pengawal Kate (Muchlis Mustafa), Arimbi harus menghadapi serangan para pasukan gen Kurawa seorang diri. Mereka ingin merebut benda pusaka bernama Brajamusti.
Para pasukan kurawa memiliki misi membalaskan dendam atas kekalahan nenek moyang mereka beribu tahun lalu oleh gen Pandawa. Namun, serangan itu membuat luka mendalam bagi Arimbi dan Yuda hingga belasan tahun kemudian. Yuda (Rizky Nazar) yang kini beranjak dewasa berpindah menuju kota Astinapura demi kesempatan bertahan hidup yang lebih baik. Tetapi dengan berpindahnya ia kemanapun tidak membuat dirinya tenang dan hidup damai. Karena pasukan Kurawa masih berambisi mendapatkan Brajamusti.
Kelahiran film Gatotkaca di dunia modern, diperlihatkan konflik pertarungan antara gen pandawa dan kurawa. Kurawa menantikan kehadiran Aswatama, kebangkitan Kurawa disamakan dengan kiamat. Menurut mitologi, setelah perang Baratayuda yang beribu-ribu tahun. Konsep film ini memiliki warna tone yang memanjakan mata karena menyesuaikan dengan genre action dan petualangan. Konsep dalam film ini yang menarik dan cocok untuk semua usia.Terlalu banyak karakter pendukung yang tidak terlalu berpengaruh. Sehingga membuat fokus pada film ini kurang teratur. Selain itu, kurangnya pendalaman pada pengenalan karakter tokoh utama yang dapat mempengaruhi perasaan penonton. Kostum yang dipakai Gatotkaca yang sangat luar biasa memukau hanya beberapa kali di perlihatkan. Dari alur yang terlihat terdapat beberapa kurangnya ikatan secara emosional antara keluarga dari tokoh utama sehingga penonton tidak terlalu mendapat kesan yang pas. Hal ini mungkin didasari pada kesulitan mengadaptasi cerita wayang ke dunia modern.
Pembuatan film Gatotkaca ini mendapat dana yang fantastis yaitu sebesar 24 miliar. Tidak salah lagi karena efek CGI yang canggih, kostum, make up, latar maupun properti yang dipakai sangat beragam dan bervariasi. Sehingga membuat suasana yang mendukung untuk film laga ini terkesan luar biasa.


Komentar
Posting Komentar