Cerpen: Mimpi

Mimpi

Karya Della Agnia Febrianty Kusnadi

~ suasana rumah ~

Suatu hari disebuah rumah ada satu keluarga yang sedang berbincang.

“bu, aku dapet tawaran beasiswa di perguruan tinggi negeri, jadi kayanya aku mau ngambil itu deh lagian jurusan nya juga sesuai sama apa yang aku pengen”-ucap Nia.

“ibu seneng kalau kamu dapet beasiswa itu, tapi kamu harus minta izin ayah kamu dulu ya”-jawab ibu.

“tapi aku ga berani kalo harus izin ke ayah secara langsung”-ucap Nia.

“yaudah nanti ibu coba ngobrol sama ayah ya nak”-jawab ibu.

~~~~

Hari ini, hari terakhir ujian nasional dilaksanakan seluruh siswa berlomba lomba untuk mendapatkan nilai yang terbaik demi mewujudkan mimpinya yaitu masuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Termasuk nia ia tak kalah ambis dari teman teman karena ingin sekali masuk perguruan tinggi yang ia incar sejak masuk SMA, Nia selalu berusaha untuk mendapatkan nilai terbaik dikelas nya sudah hampir 3 tahun Nia selalu mendapatkan peringkat 3 besar dikelas nya. Hari ini adalah penentuan apakah Nia berhasil mendapatkan beasiswa diperguruan tinggi tersebut atau tidak.

Setelah ujiannya selesai semua siswa dan siswi berkumpul dilapang untuk merayakan selesai nya ujian ini, mereka merencanakan membuat pesta kelulusan. Setelah berkumpul di lapangan Nia dan teman teman berada di kantin untuk mengisi perut mereka.

~ dikantin sekolah ~

“gaiss kalian mau lanjut kemana jadinya?”-tanya Mita ( Mita adalah sahabat Nia ).

“aku sih mau masuk UI, karena kan kalian tau sendiri setelah lulus aku pindah ke Jakarta” -jawab Ama.

“aku kayanya ke UPI deh soalnya udah dapet tawaran beasiswa juga disana”-ucap Nia.

“wahh selamat ya...aku yakin kamu pasti dapet beasiswa itu”-jawab Mita.

“aminn...semoga aja ya aku dapet dan semoga dapet izin juga”-ucap Nia

“iya semoga kita semua bisa masuk universitas tujuan kita” -ucap ama

~~~~

Setelah seminggu berlalu akhirnya pengumuman pun tiba. Mita dan ama mereka berhasil diterima di perguruan tinggi yang mereka inginkan dan Nia pun berhasil mendapatkan beasiswa itu namun ia berfikir apakah ia diberi izin oleh ayah nya atau tidak.

Setelah sampai dirumah Nia memberanikan diri untuk menanyakan apakah ia di izinkan atau tidak, ia berfikir sebaiknya iya berbicara terlebih dahulu kepada ibunya.

“Bu, aku keterima dan dapet beasiswa di univ yang aku inginkan”-ucap Nia sambil memeluk ibunya.

“Alhamdulillah ini seneng, semoga kamu bisa masuk kesana ya”-ucap ibu.

“ada apa ini? Masuk apa?”-tanya ayah tiba tiba.

“aku keterima beasiswa yah di perguruan tinggi terbaik di...”-ucap Nia terpotong.

“siapa bilang kamu di izinkan untuk berkuliah? Mending kerja cari uang bukan malah buang buang uang kamu!”-ucap ayah marah.

“tapi yah ini kesempatan langka, tidak semua orang berhasil mendapatkan nya”-sanggah Nia.

“gaada kuliah kuliah ayah hanya ingin kamu menjadi orang yang berguna bukan malah jadi beban untuk ayah ibu!”-ucap ayah.

“kenapa sih ga pernah ada yang dukung aku! Dulu aku harus mengubur mimpi aku untuk tidak masuk sekolah SMA negeri hanya untuk mengikuti kemauan ayah dan sekarang aku harus mengubur mimpiku untuk kedua kalinya hanya karna mengikuti kemauan ayah juga! Aku cape yah... aku mau ngelakuin apa yang aku mau, aku gasuka semua yang aku inginkan dibantah oleh ayah!”-ucap Nia sambil meninggalkan kedua orang tuanya.

Mereka kaget karena anak semata wayangnya yang selama ini selalu nurut dan mengikuti perintah kedua orang tuanya membangkang dan mengeluarkan curahan hati nya, mereka sangat sedih karena membuat anak nya tertakan karena keegoisannya. Sebenarnya mereka tidak mau melakukan itu hanya saja pada zaman mereka masih kuliah mereka menjadi bahan bully an di kampusnya dari situ mereka takut kalau anaknya menjadi bahan bully an juga.

Tamat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Webtoon "Wee!!": Kisah Seru Karya Kreator Indonesia yang Menghibur dan Menginspirasi!

Fitur audiobook pada aplikasi Fizzo Novel

Hindia-Belanda abad 18: karma dan cinta, dari sebuah novel Tanah Bangsawan.